Terhadap sebuah nikmat yang rutin Allah berikan,
Seringnya membuat manusia lupa mensyukurinya
.
.
Maka, Bukankah bernafas itu rizqi?
Tapi
seberapa sering kita berterimakasih atas rizqi bernafas itu, padahal
ada sekian banyak manusia yg bahkan untuk sekadar bernafas perlu bantuan
peralatan, hingga di setiap hembusan ada harga yg mesti dibayarkan
.
.
Terhadap sebuah nikmat yang rutin Allah berikan,
Seringnya membuat manusia lupa mensyukurinya
.
.
Maka, Bukankah sehat badan itu rizqi?
Tapi
seberapa sering kita berterimakasih atas sehatnya badan itu, padahal
ada sekian banyak manusia yg harus terbaring tak berdaya di rumah sakit,
maka apakah berguna harta yg sebukit?
.
.
Terhadap sebuah nikmat yang rutin Allah berikan,
Seringnya membuat manusia lupa mensyukurinya
.
.
Maka, Bukankah diberi kesempatan hidup itu rizqi?
Tapi
seberapa sering kita bersyukur atas kesempatan hidup, bahkan seringnya
diisi dg keburukan, sedikitnya kebaikan, padahal di alam sana ada orang
yang meminta, ""Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku berbuat
amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan" (QS. 23 : 99-100)
.
###
.
اِنَّ الْاِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوْعًا ۙ
اِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوْعًا ۙ
وَاِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوْعًا ۙ
اِلَّا الْمُصَلِّيْنَ ۙ .
"Sungguh,
manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila dia ditimpa
kesusahan dia berkeluh kesah, dan apabila mendapat kebaikan (harta) dia
jadi kikir,
kecuali orang-orang yang melaksanakan salat,
[QS. Al-Ma'arij:19-22]
.
Saat aku masih sering mengeluh, saat aku masih kurang bersyukur, maka pasti ada yg masih keliru pada shalatku.
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar